Untuk Pertama Kalinya Mourinho Berhenti Barkata Yakin

Posted in Liga Inggris on December 15, 2015 by

Untuk Pertama Kalinya Mourinho Berhenti Barkata Yakin

Mourinho merasa dikhianati oleh para pemainnya, selepas The Blues kembali menelan kekalahan 1-2 dari Leicester City. Pelatih The Blues asal Portugal itu mengatakan para pesepakbola The Blues meninggalkan ia berjuang sendirian, untuk menyelamatkan pekerjaannya.

Dikutip dari Telegraph pada Hari Selasa, 15 Desember 2015, gol dari Jamie Vardy serta Riyad Mahrez, menjadikan The Blues terpuruk di posisi 16. Blues sekarang hanya selisih satu poin dari Norwich City, yang menghuni zona degradasi dengan 14 poin.

Jose Mourinho sekarang tak lagi membela para pemainnya, serta dengan terbuka mengatakan mereka sudah gagal melaksanakan instruksi. Ia pun ragu apakah titel jawara musim lalu, bisa merepresentasikan The Blues yang sejatinya. Pasalnya, sekarang tak ada dari mereka, yang dapat dianggap pesepakbola bintang.

Diego Costa disebutnya terlalu takut untuk berada di posisi mencetak gol. Untuk pertama kalinya Jose Mourinho berhenti berujar yakin bahwa empunya The Blues masih memberikan dukungan untuk mempertahankan posisinya.

Sekarang, eks manager Porto itu hanya berujar berkeinginan bahwa Roman Abramovich masih menginginkannya untuk mempertahankan posisi Pelatih. “Saya merasa pekerjaan aku dikhianati. Aku bekerja empat hari untuk laga ini. Aku mempersiapkan segalanya,” katanya.

“Pemain-pemain aku mendapatkan semua informasi ketika latihan, dalam tiga hari pamungkas. Serta dalam empat tipe keadaan yang aku identifikasi, namun mereka tetap bisa mencetak gol pertama serta kedua,” ujar Jose Mourinho.

Ia berujar berpikir, bagaimana ia melakukan pekerjaan hebat musim lalu. “Saya mengangkat para pesepakbola ke tingkat lebih tinggi, yang sejatinya bukan level mereka. Bila ini benar, aku membawa mereka ke level yang tak dapat mereka pertahankan.”

“Saya tak berpikir pada kini, mereka dapat merasa sebagai pesepakbola top atau superstar. Aku tak berpikir mereka dapat. Mereka harus rendah hati, dalam keadaan kini mereka harus melihat anak-anak Leicester, merasa bahwa merekalah para pesepakbola top,” katanya.

Menatap dua laga kemudian, melawan Sunderland serta Watford, Jose Mourinho pun mengatakan skuatnya ada pada level yang setingkat. “Saya bukan superstar, aku bukan pesepakbola terbaik musim ini, aku bukan jawara dunia, aku bukan jawara liga Inggris.”

“Kini ini, aku ada di level yang sama. Para pesepakbola, mereka harus tetap menjejakkan kaki di bumi serta rendah hati. Bila tak, menyerang harga diri mereka, yang itu tengah aku lakukan, maka aku sepenuhnya menyerang harga diri aku,” ujar Jose Mourinho.

Jose Mourinho tampak jauh berbeda, ketika menjawab apakah ia 100 persen yakin masih akan menjadi Pelatih untuk pertandingan melawan Sunderland akhir pekan yang akan datang. “Satu-satunya yang dapat aku katakan, ialah aku menginginkannya.”

“Saya ingin bertahan. Aku harap Abramovich serta direksi menginginkan aku bertahan, karena aku ingin bertahan. Aku pikir Anda mengenal aku cukup baik bahwa aku tak takut menghadapi tantangan besar,” paparnya.