Mourinho, Pelatih Kontroversial Juga Spesialis Turnamen

Posted in Liga Inggris on February 25, 2017 by

Updatebetting.co – Akhir pekan ini, MU mempunyai peluang merah trofi dari ajang Piala Premier League. Hari Minggu, 26 Februari, MU bakal melawan Southampton di pertandingan final.

Bila MU menjadi jawara, makan trofi Piala Premier League bakal menjadi trofi kedua yang dipersembahkan Mourinho selama menukangi MU. Sebelumnya, Pelatih asal Portugal itu mendapatkan trofi dari Community Shield.

Menjelang melawan Southampton, Mou (sapaan Mourinho) mempunyai rekor yang bagus di pertandingan final selama ia berkarier sebagai juru taktik. Dari 12 pertandingan final, 10 di antaranya berakhir dengan pengangkatan trofi.

“Pertandingan final bukan untuk digelar, namun dimenangkan,” ujar Jose Mourinho, dilansir The Sun.

Ketika melatih FC Porto, Jose Mourinho berhasil membawa Porto ke 4 pertandingan final. UEFA Cup serta Taca de Portugal di musim 2002-2003, serta Liga Champions 2003-2004, menjadi ajang yang dimenangkan manager kelahiran Setubal tersebut. Satu kekalahan Porto era Jose Mourinho terjadi di Taca de Portugal musim 2003-2004 melawan Benfica.

Di rezim pertamanya membesut The Blues, Jose Mourinho meneruskan “tradisi” angkat trofi. Tiga pertandingan final Chelsea, semua berakhir dengan gelar jawara, yaitu dua trofi dari ajang Piala Premier League (2004-2005 serta 2006-2007) serta satu dari FA Cup (2006-2007).

Musim 2009-2010 menjadi masa jaya Mou, ia membawa klub yang diasuhnya, Inter Milan, menyabet treble winner. Lainnya Scudetto, turnamen yang dimenangkannya ialah Coppa Italia serta Liga Champions.

Melanjutkan karier di Madrid, Jose Mourinho mencapai dua final Copa del Rey, yaitu di musim 2010-2011 serta 2012-2013. Tapi ia hanya sukses memenangkan final pertama melawan Barca, di final kedua melawan Atletico Madrid, Real Madrid kalah melalui babak perpanjangan waktu.

Musim 2014-2015 menjadi masa kedua Jose Mourinho membesut The Blues. Walau hanya satu musim, ternyata ia sukses memenangkan trofi FA Cup ketika bersua Spurs di pertandingan puncak.

Dari 12 final, tim yang diasuh Jose Mourinho hanya kebobolan sebanyak 9 gol serta 7 di antaranya clean sheet. Namun ada yang perlu dicatat. Dari 12 laga final, separuhnya harus hingga memainkan babak perpanjangan waktu.