Ejekan Fans Warnai Lolosnya Roma ke 16 Besar

Posted in Liga Champions on December 10, 2015 by

Ejekan Fans Warnai Lolosnya Roma ke 16 Besar

AS Roma sukses lolos ke babak 16 besar Liga Champions Meskipun hanya mampu bermain imbang tanpa gol melawan tim aasl Belarusia BATE Borisov di markas sendiri, Hari Rabu (9/12) malam waktu setempat.

Roma lolos karena dalam laga lainnya di Grup E, Bayer Leverkusen bermain imbang 1-1 dengan Barca. Semula, sebelum pertandingan pamungkas fase grup berlangsung, baik AS Roma, Borisov, maupun Leverkusen mempunyai kesempatan yang sama berebut satu tiket tersisa.

Tapi, saat Roma sudah memastikan tiket ke 16 besar, bukan sanjungan, malah sorakan mencemooh yang muncul dari para suporternya di Olimpico.

“Tim ini pantas diberi aplaus karena lolos. Namun (mendengarnya) cukup menjadikan frustasi saat anda datang ke sini serta mereka menyiulinya (tim). Para fans semestinya mendukung kami, anak-anak (tim Roma) sudah bekerja serta berhak atas respon yang berbeda dari penonton,” ujar Presiden Klub Roma James Palotta kepada Roma TV sebagaimana dilansir dari Reuters.

Para fans Roma memang tengah menekan timnya. Suporter-suporter garis keras Roma memang tengah mengkritik tim yang dibesut Rudi Garcia tersebut. Salah satu tujuannya ialah mengkritik kebijakan yang diterapkan di Stadion Olimpico untuk mengubah tribun bagi pendukung ultras di sisi selatan (Curva Sud) serta sisi utara (Curva Nord).

Tapi, ejekan yang datang kepada pendukung Roma di pertandingan pamungkas fase grup bukan karena itu saja. Ada alasan lain yaitu buruknya performa Roma.

Hasil imbang di Olimpico itu pun menjadikan Roma tidak dapat menaklukkan Borisov. Pada putaran pertama Roma kalah 2-3 di Belarusia.

Dalam pertandingan di Olimpico dini hari WIB tadi, Roma juga mempunyai nilai kreatifitas serta intensitas permainan yang kurang. Sebagaimana dinukil dari situs Liga Champions, kedua tim bermain imbang dengan penguasaan bola 50:50.

Roma dicatat melepas tembakan sampai 23 kali, delapan di antaranya on target, serta lima sukses diblok. Sedangkan tim tamu melepas sembilan tembakan, dua on target, serta tiga diblok.

I Lupi hanya mempunyai dua peluang emas yang paling bagus untuk berbuah gol. Pertama ialah usaha Miralem Pjanic pada menit ke-28. Tapi penjaga Gawang Borisov Syarhey Chernik dengan brilian sukses mementahkannya.

Dua menit selepas jeda minum gantian striker Edin Dzeko yang mempunyai kesempatan emas membawa Roma unggul. Dia sukses berhadapan satu lawan satu dengan Chernik, tapi Dzeko tidak mampu memaksimalkannya.

Roma pun hampir ketinggalan pada menit ke-68. Beruntung Ihar Stasevich tembakan ke titik yang sukar dijangkau sukses ditepis Wojciech Szczesny.

“Ini bukanlah sebuah penampilan yang palign indah, teapi kami lolos serta itulah yang penting,” ujar Szczesny kepada Mediaset Predium sebagaimana dilansir dari Reuters.

“Saya kira (para penggemar) mempunyai hak untuk frustasi, mereka menginginkan melihat kemenangan serta permainan sepak bola yang cantik.”