Cabut Gelar Klub Korsel, Bukti AFC Perangi Pengaturan Skor

Posted in Internasional on February 10, 2017 by

Updatebetting.co – Skandal match-fixing atau pengaturan skor seakan jadi penyakit kronis yang sukar dihilangkan dari dunia sepakbola. Tidak hanya di Indonesia, di level Asia, malahan Eropa, kasus match-fixing sering terjadi.

Masih teringat ketika ada beberapa oknum terlibat dalam kasus pengaturan skor di ajang SEA Games 2015, cabang olahraga sepakbola. Ketika itu, ada beberapa oknum warga negara Malaysia, Timor Leste, Singapura, serta Indonesia.

Perihal masalah serius ini, Sekretaris Jendral (Sekjen) AFC, Dato Windsor John, dengan papar berujar bila pihaknya bakal terus memerangi match-fixing. Dalam sebuah sesi temu awak media di bilangan Jakarta Selatan, Hari Selasa 7 Februari 2017, Sekjen AFC memaparkan beberapa bukti serta langkah konkrit yang diambil untuk memerangi “penyakit” ini.

Sekjen AFC memaparkan, pihaknya baru-baru ini mencabut gelar jawara Liga Champions Asia 2016, yang diraih oleh raksasa Korea Selatan, Jeonbuk Hyundai. Jeonbuk buktinya terlibat dalam kasus match-fixing di tahun 2013 lalu.

Lainnya itu, klub yang diperkuat oleh mantan striker Middlesbrough serta Werder Bremen, Lee Dong-Gook, juga memperoleh diskualifikasi di ajang Liga Champions Asia musim ini.

“AFC bakal serius untuk menghilangkan skandal-skandal match-fixing. Sebagai bukti, AFC telah mencabut gelar jawara Asia Champions League untuk Jeonbuk Hyudai (Korea Selatan). Jeonbuk buktinya terlibat dalam skandal match-fixing, karena itu kami cabut gelarnya,” kata Dato kepada wartawan.

Kemudian, Sekjen AFC juga berujar pihaknya telah bekerjasama dengan sebuah institusi bernama Sport Radar. Kerjasama ini memungkinkan untuk melacak berbagai bisa jadi sebuah laga disusupi skandal match-fixing. Tidak hanya itu, AFC juga telah bekerjasama dengan Interpol Asia, untuk menindak papar para pelaku kasus ini.

“Selain itu, kita juga telah kerjasama dengan sebuah badan bernama Sport Radar. Dimana, Sport Radar bakal membantu AFC untuk menyelidiki kemungkinan-kemungkinan skandal match-fixing,” ujar Dato melanjutkan

“AFC juga bekerjasama dengan Interpol Asia, untuk menangkap pelaku-pelaku match-fixing. Bila kasus ini melibatkan pelaku dari sepakbola, maka bakal kami tindak. Namun, bila pelaku di luar sepakbola, maka Interpol yang bakal menanganinya,” katanya.