Mourinho: Keberuntungan di Liga Champions Beda

Mourinho: Keberuntungan di Liga Champions Beda

The Blues secara mengejutkan sukses lolos ke 16 Besar Liga Champions sebagai jawara grup G. Perihal itu terjadi selepas The Blues mengalahkan tim tamu FC Porto 2-0 di Stadion Stamford Bridge, Hari Rabu (9/12) malam waktu setempat.

Kemenangan itu menjadikan The Blues berada di puncak klasemen akhir grup G dengan raihan 13 poin. Sedangkan Porto harus terlempar ke Europa League karena mengakhiri fase grup di peringkat ketiga.

Di tempat kedua ialah tim Ukraina Dynamo Kiev yang menaklukkan Maccabi Tel Aviv dengan skor 1-0 pada peluang yang sama.

Tiket yang diperoleh The Blues itu pun menjadi peringan beban Jose Mourinho yang tengah dalam tekanan akibat hasil tidak memuaskan Chelsea di kancah domestik.

“Saya pikir kami tak beruntung di Premier League serta beruntung ialah bagian dari sebuah permainan,” tukas Jose Mourinho menjawab pertanyaan BT Sport sebagaimana dilansir dari Goal.

The Blues mengalahkan Porto lewat gol bunuh diri defender Ivan Marcano pada menit ke-12 serta aksi Willian pada menit ke-52.

“Saya ingat pada gol pertama di sini ketika melawan Kiev ialah saat defender mereka melakukan gol bunuh diri. Hari ini seorang defender juga mencetak gol bunuh diri, di Premier League segalanya seolah melawan kami, setiap rinci melawan kami, perasaan pesepakbola pun menyerang kepercayaan diri serta harga diri mereka,” bisik Jose Mourinho.

Kemenangan itu pun membangkitkan kepercayaan diri pasukan serta publik The Blues yang pada akhir pekan lalu harus merana karena dikalahkan tim promosi Premier League, AFC Bournemouth, di Stamford Bridge.

“(Tiket) ini ialah hal paling minimal yang dapat kita beri untuk para pendukung kami, yang sangat hebat (mendukung) kami, pada kini mereka memberi kami lebih dari pantas, khususnya terhadap aku,” ujar Jose Mourinho.

Pelatih asal Portugal itu pun memohon maaf karena belum dapat memberikan yang terbaik bagi pendukung jawara Premier League musim lalu tersebut. Sebabnya di kancah domestik, The Blues masih terjerembab di lantai bawah.

The Blues kini berada di peringkat 14 klasemen sedangkan Premier League, serta terpaut selisih dua poin dengan zona degradasi.

Akhir pekan nanti, The Blues akan menjalani pertandingan tandang ke kandang peringkat pertama, Leicester City.

 

Neville Kecewa Berat dengan Performa Valencia

Neville Kecewa Berat dengan Performa Valencia

Manager baru Valencia Gary Neville tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya selepas pertandingan debut di bawah kepemimpinannya, Hari Rabu (9/12) malam waktu setempat.

Sebabnya, di pertandingan debut tersebut, Valencia kalah 0-2 dari tim tamu Olympique Lyon. Bukan hanya kalah, akibat hasil tersebut Valencia pun gagal memperoleh tiket 16 besar Liga Champions dari Grup H.

Sekarang Neville serta para anak buah barunya di Valencia harus menerima nasib untuk bertarung di Europa League.

Dalam jumpa pers selepas pertandingan, eks defender Man Utd itu menyuarakan rasa frustasi selepas timnya kalah dari Lyon serta terlempar dari Liga Champions.

“Kami berada pada sisi yang lebih baik pada babak pertama, namun di babak kedua kami kesulitan akibat serangan balik serta kebobolan (lewat hal sama) untuk gol kedua,” ujar Neville sebagaimana dilansir dari Goal.

Valencia kalah dari Lyon akibat gol yang dilesakkan Maxwel Cornet (37′) serta Alexandre Lacazette (76′). Sebagaimana dinukil dari situs Liga Champions, kedua tim bermain berimbang dengan penguasaan bola lebih banyak di Valencia yaitu 54:46.

Baik Valencia serta Lyon juga sama-sama berusaha keras menjebol gawang lawan. Total pasukan Valencia melepas 17 tembakan, lima on target, lima diblok, serta satu membentur mistar gawang.

Sedangkan di kubu Lyon melepas 13 tembakan, enam on target, serta tiga yang sukses diblok.

“Lyon mempunyai pemain-pemain menyerang yang bagus, namun kami semestinya dapat lebih baik lagi,” kata Neville. “Mereka lebih baik dibandingkan kami serta tidak ada pembelaan (dari kami). Kami tak bahagia dengan cara kami bermain serta kami tidak dapat menyalahkan siapapun.”

Tapi, Neville tidak ingin terlalu terlarut dalam nestapa serta berkeinginan timnya segera fokus untuk memperbaiki penampilan di ajang domestik sebelum jeda natal.

Dua tim yang lolos ke 16 Besar Liga Champions dari Grup H pada akhirnya ialah tim Rusia Zenit StPetersburg serta tim Belgia KAA Gent.

Ejekan Fans Warnai Lolosnya Roma ke 16 Besar

Ejekan Fans Warnai Lolosnya Roma ke 16 Besar

AS Roma sukses lolos ke babak 16 besar Liga Champions Meskipun hanya mampu bermain imbang tanpa gol melawan tim aasl Belarusia BATE Borisov di markas sendiri, Hari Rabu (9/12) malam waktu setempat.

Roma lolos karena dalam laga lainnya di Grup E, Bayer Leverkusen bermain imbang 1-1 dengan Barca. Semula, sebelum pertandingan pamungkas fase grup berlangsung, baik AS Roma, Borisov, maupun Leverkusen mempunyai kesempatan yang sama berebut satu tiket tersisa.

Tapi, saat Roma sudah memastikan tiket ke 16 besar, bukan sanjungan, malah sorakan mencemooh yang muncul dari para suporternya di Olimpico.

“Tim ini pantas diberi aplaus karena lolos. Namun (mendengarnya) cukup menjadikan frustasi saat anda datang ke sini serta mereka menyiulinya (tim). Para fans semestinya mendukung kami, anak-anak (tim Roma) sudah bekerja serta berhak atas respon yang berbeda dari penonton,” ujar Presiden Klub Roma James Palotta kepada Roma TV sebagaimana dilansir dari Reuters.

Para fans Roma memang tengah menekan timnya. Suporter-suporter garis keras Roma memang tengah mengkritik tim yang dibesut Rudi Garcia tersebut. Salah satu tujuannya ialah mengkritik kebijakan yang diterapkan di Stadion Olimpico untuk mengubah tribun bagi pendukung ultras di sisi selatan (Curva Sud) serta sisi utara (Curva Nord).

Tapi, ejekan yang datang kepada pendukung Roma di pertandingan pamungkas fase grup bukan karena itu saja. Ada alasan lain yaitu buruknya performa Roma.

Hasil imbang di Olimpico itu pun menjadikan Roma tidak dapat menaklukkan Borisov. Pada putaran pertama Roma kalah 2-3 di Belarusia.

Dalam pertandingan di Olimpico dini hari WIB tadi, Roma juga mempunyai nilai kreatifitas serta intensitas permainan yang kurang. Sebagaimana dinukil dari situs Liga Champions, kedua tim bermain imbang dengan penguasaan bola 50:50.

Roma dicatat melepas tembakan sampai 23 kali, delapan di antaranya on target, serta lima sukses diblok. Sedangkan tim tamu melepas sembilan tembakan, dua on target, serta tiga diblok.

I Lupi hanya mempunyai dua peluang emas yang paling bagus untuk berbuah gol. Pertama ialah usaha Miralem Pjanic pada menit ke-28. Tapi penjaga Gawang Borisov Syarhey Chernik dengan brilian sukses mementahkannya.

Dua menit selepas jeda minum gantian striker Edin Dzeko yang mempunyai kesempatan emas membawa Roma unggul. Dia sukses berhadapan satu lawan satu dengan Chernik, tapi Dzeko tidak mampu memaksimalkannya.

Roma pun hampir ketinggalan pada menit ke-68. Beruntung Ihar Stasevich tembakan ke titik yang sukar dijangkau sukses ditepis Wojciech Szczesny.

“Ini bukanlah sebuah penampilan yang palign indah, teapi kami lolos serta itulah yang penting,” ujar Szczesny kepada Mediaset Predium sebagaimana dilansir dari Reuters.

“Saya kira (para penggemar) mempunyai hak untuk frustasi, mereka menginginkan melihat kemenangan serta permainan sepak bola yang cantik.”

Undian 16 Besar UCL Dilakukan 14 Desember

Undian 16 Besar UCL Dilakukan 14 Desember

Enam belas tim unggulan dari fase grup Liga Champions sudah muncul. Selepas menjalani fase grup selama hampir setengah tahun, sekarang 16 tim itu mulai menghadapi fase gugur.

Pengundian untuk penentuan partai-partai di babak 16 besar Liga Champions ini, sebagaimana dilansir dari The Guardian, akan berlansung di kandang UEFA yang berada di kota Nyon, Swiss, pada 14 Desember 2015.

Pengundian itu direncanakan dihelat pada pukul 11 pagi waktu Greenwich, Inggris (sekitar pukul 18.00 WIB).

Dalam pengundian berlangsung aturan untuk mempertemukan jawara grup dengan runner-up grup. Atas dasar itu, pengundian akan dilakukan dalam dua kelompok yaitu jawara grup serta runner-up.

Ada delapan tim di kelompok jawara grup serta delapan tim di kelompok runner-up.

Para jawara grup kedepannya akan menjalani pertandingan tandang ketika leg pertama, serta tidak akan ada tim yang akan bertemu dengan tim dari grup atau negara yang sama.

Adapun para tim yang berada di kelompok jawara grup ialah Madrid, Barca, Bayern Munchen, Zenit St Petersburg, Wolfsburg, Atletico Madrid, ManCity, serta The Blues.

Sedangkan itu di kelompok runner-up ialah Paris Saint-Germain, PSV Eindhoven, Benfica, Juventus, Roma, The Gunners, Dynamo Kiev, serta Gent.

Leg pertama 16 besar akan berlangsung pada 16, 17, 23, serta 24 Ferbuari 2016. Selanjutnya leg kedua akan berlangsung pada 8,9,15, serta 16 Maret 2016.

Kemudian, selepas semua pemenang dari 16 besar keluar, pengundian untuk partai perempat final akan dihelat di tempat yang sama pada 18 Maret 2016. Lalu pengundian semifinal pada 15 April 2016. Partai puncak Liga Champion pada akhirnya akan dihelat di Stadion San Siro, Italia pada 28 Mei 2016.

Giroud Telah Lama Menunggu untuk Hattrick Pertama

Giroud Telah Lama Menunggu untuk Hattrick Pertama

Kapasitas Olivier Giroud sebagai bomber utama The Gunners memang terus dipertanyakan dalam beberapa tahun pamungkas. Tapi dengan kesuksesan hattrick ke gawang Olympiakos, Giroud setidaknya mampu memberikan jawaban.

Nama Giroud kerap disebut-sebut sebagai salah satu titik lemah The Gunners maka ‘Meriam London’ kesulitan meraih trofi jawara. Kendati Giroud selalu sukses mencetak sekitar 20 gol tiap musimnya, hal itu belum cukup karna namanya terus dibandingkan dengan Thierry Henry.

Tapi dengan kesuksesan Giroud mencetak hattrick serta membawa The Gunners lolos ke babak 16 besar, setidaknya pendukung The Gunners mulai dapat menaruh asa padanya.

Di pertandingan lawan Olympiakos sendiri, Giroud sukses mencetak hattrick lewat tandukan kepala, sepakan kaki kanan, serta eksekusi penalti. Sebuah bukti bahwa Giroud adalah bomber yang dapat memanfaatkan berbagai macam kesempatan yang datang padanya.

“Keberhasilan mencetak hattrick ialah sebuah hal penting bagi aku. Ini ialah hattrick pertama aku serta aku telah menanti hal ini untuk waktu yang lama.”

“Mungkin ini ialah penampilan terbaik aku bersama The Gunners. Aku selalu bekerja keras serta semenjak awal laga aku yakin bahwa aku dapat mencetak gol di pertandingan ini,” bisik Giroud sebagaimana dilansir situs resmi klub.

Hattrick Giroud menjadikan The Gunners yang butuh kemenangan dengan selisih dua gol akhirnya kembali menapak ke babak 16 besar.

Lolosnya The Gunners adalah sebuah hal yang mengejutkan karna mereka kalah di dua pertandingan awal Liga Champions musim ini.

“Sebuah hal yang fantastis. Kami semua bangga dengan hasil ini serta kami merayakan kemenangan kami bersama-sama setelah laga.”

“Kami sempat tidak berada dalam posisi bagus musim ini. Sekarang, kami mempunyai peluang untuk bertanding di 16 besar. Kami harus memanfaatkannya dengan baik serta tidak lagi mengulangi kegagalan dalam beberapa tahun pamungkas,” bisik eks striker Montpellier

Hanya Ada Satu Skenario Aman Bagi The Blues Demi 16 Besar

Hanya Ada Satu Skenario Aman Bagi The Blues Demi 16 Besar

The Blues akan menjadi salah satu dari 14 tim yang berebut tujuh tiket pamungkas ke babak 16 besar Liga Champions. Jawara Premier League musim lalu itu harus mampu mengalahkan Porto untuk mengamankan tiket ke 16 Besar.

Kini Chelsea–yang mempunyai julukan Chelsea–berada di puncak klasemen Grup G dengan nilai sama Porto yaitu 10 poin. Di tempat ketiga–yang juga mempunyai kesempatan ke babak 16 Besaradalah Dynamo Kiev dengan jumlah poin delapan.

The Blues harus mengalahkan Porto di Stamford Bridge bila Kiev menang atas Maccabi Tel Aviv. Jika The Blues serta Porto bermain imbang, Chelsea bisa lolos saat Kiev tidak menang atas Tel Aviv.

Sebaliknya, saat Kiev menang serta pertandingan antara The Blues vs Porto berakhir imbang maka poin ketiga tim akan sama yaitu 11. Dengan demikian hasil ketiga tim akan ditentukan dengan jumlah gol antara mereka, itu berarti Kiev akan mengakhiri fase grup di peringkat pertama, The Blues kedua, serta Porto ketiga.

Posisi The Blues yang tidak baik, serta penampilan buruk di Liga itu menjadikan jabatan Mourinho sebagai Pelatih terancam. Terlebih selepas kalah 0-1 di Stamford Bridge dari tim promosi AFC Bournemouth pada akhir pekan lalu.

Sebagaimana dikutip The Times, kekalahan dari AFC Bournemouth sudah menggerus keyakinan empunya The Blues Roman Abramovich. Pengusaha asal Rusia itu berada di London serta menyaksikan timnya menelan kekalahan 0-1 dari kesebelasan yang berada di zona degradasi.

Pada Hari Minggu (6/12), Abramovich diberitakan sudah bertemu dengan dua orang kepercayaannya di The Blues, Marina Granovskaia serta Michael Emenalo, untuk membicarakan cara-cara menangani krisis.

Ketiganya sudah bersepakat bahwa mereka harus segera membalikkan situasi, walau harga yang harus dibayar ialah memecat sang manager terbaik dalam sejarah The Blues.

Bila pada tengah pekan ini The Blues terlempar ke Europa League, tekanan pada Jose Mourinho pun semakin kuat. Sebagaimana dinukil Daily Star, manager timnas Italia kini, Antonio Conte disebut tengah diincar empunya The Blues Roman Abramovich untuk mengganti Jose Mourinho.

Wolfsburg Tidak Mau Hasil Seri

Wolfsburg Tidak Mau Hasil Seri

Tambahan satu angka telah menjadikan Wolfsburg mengunci tiket lolos ke babak 16 besar. Tapi hal itu sama sekali tidak ada dalam pikiran mereka ketika menjamu Man Utd.

Wolfsburg akan bermain di kandang mereka, Volkswagen Arena, serta tentunya akan mendapatkan dukungan penuh dari fans ketika menghadapi United. Kini mereka memimpin klasemen dengan nilai sembilan poin, unggul satu angka atas United yang ada di tempat kedua.

“Kami sama sekali tidak membidik hasil imbang karena kami ingin menang di laga ini.”

“Saya sangat menantikan pertandingan ini serta yakin seluruh pesepakbola dalam tim ini akan mengerahkan semua kemampuan yang mereka miliki untuk mengukir sebuah pencapaian bersejarah lolos ke fase gugur Liga Champions,” bisik manager Wolfsburg Dieter Hecking.

Wolfsburg sepertinya tidak mau sekadar membidik hasil imbang semenjak awal laga. Sebabnya, dengan fokus hanya meraih hasil imbang, runner up Liga Jerman musim lalu ini malah dapat saja tersungkur serta gagal lolos karna kalah dari United, serta di ketika bersamaan PSV Eindhoven menang atas CSKA Moskow.

“Kami sama sekali tak mengkhawatirkan penampilan United karena kami memilih fokus pada persiapan kami sendiri.”

“Saya tidak merasa tertekan dengan keadaan kini serta yang pasti Man Utd harus mewaspadai kami,” bisik Hecking.

Courtois: Hari Minggu yang Penting bagi Chelsea

Courtois: Hari Minggu yang Penting bagi Chelsea

Penjaga Gawang The Blues, Thibaut Courtois mengatakan hari Minggu ini sebagai hari Minggu yang penting bagi timnya. Pertama, mereka harus tampil bagus lawan Porto serta memastikan pencapaian tiket 16 besar di tangan mereka.

The Blues kini ada di peringkat kedua grup lewat koleksi 10 poin, sama halnya dengan FC Porto yang jadi pemuncak klasemen. Posisi The Blues belum sepenuhnya aman karena Dynamo Kiev yang ada di peringkat ketiga dapat menggusur mereka.

Karena itulah The Blues harus dapat menaklukkan Porto di Stamford Bridge untuk dapat memastikan tiket 16 besar di tangan mereka.

Tapi keadaan The Blues menjelang pertandingan ini tidak bagus. Selepas tidak terkalahkan di tiga laga beruntun, The Blues malah tumbang 0-1 di tangan AFC Bournemouth. Kekalahan ini justru terjadi di ketika Courtois kembali mengisi pos penjaga gawang.

“Tentu saja kami kecewa dengan kekalahan ini tapi kami harus kembali bersatu serta bangkit. Kami harus memperlihatkan kekuatan kami ketika menghadapi Porto serta Leicester pekan depan.”

“Ini ialah hari Minggu yang penting bagi kami. Pertama kami harus dapat meraih tiket 16 besar serta selepas itu kami harus mampu menghadapi Leicester City yang tengah penuh percaya diri,” kata Courtois sebagaimana dilansir dari situs resmi klub.

Absennya Courtois semenjak akhir Agustus dapat jadi adalah salah satu alasan mengapa The Blues terpuruk di papan bawah klasemen kini. Tapi penjaga Gawang asal Belgia itu meyakini bahwa timnya banyak mendapatkan ketidakberuntungan di awal musim ini.

“Saya rasa pada musim ini kami mendapatkan ketidakberuntungan pada beberapa laga. Tapi yang pasti, tim musim ini ialah tim yang sama baiknya dengan tim musim lalu yang jadi jawara Premier League.”

“Karena itulah aku yakin bahwa kami mempunyai kualitas untuk keluar dari keadaan ini. Yang perlu kami lakukan hanyalah berjuang sekuat tenaga di tiap laga yang kami lakoni,” kata Courtois.

Courtois sendiri sempat melakukan beberapa penyelamatan cemerlang di pertandingan lawan Bournemouth sebelum akhirnya kebobolan dalam sebuah kemelut yang bermula dari sepak pojok.

“Bila dirimu didorong oleh pesepakbola lawan, maka sukar bagimu untuk meninju bola keluar dengan keras. Dorongan itu juga menjadikan aku berada di posisi yang tak bagus sampai akhirnya tercipta gol oleh lawan,” ujar eks penjaga Gawang Atletico Madrid ini.

Pellegrini: The Blues, MU, serta The Gunners Ingin Seperti Kami

Pellegrini: The Blues, MU, serta The Gunners Ingin Seperti Kami

Pellegrini memaparkan bahwa The Blues, Man Utd, serta The Gunners berkeinginan dapat berada di posisi ManCity menjelang matchday pamungkas babak penyisihan grup Liga Champions tengah pekan ini.

The Citizen jadi satu-satunya klub asal Inggris yang telah mengantongi tiket 16 besar. Berbeda dengan City, tiga klub Inggris lainnya justru menghadapi partai hidup-mati di matchday pamungkas.

“Pertama-tama, hal yang paling penting ialah lolos (ke babak 16 besar) serta kami sudah melakukan itu.”

“Laga nanti bukanlah laga yang harus kami menangkan agar bisa lolos. The Blues, ManUtd, serta The Gunners ingin berada di posisi kami,” kata Pellegrini sebagaimana dilansir dari Daily Mirror.

Bercokol di peringkat kedua grup D dengan sembilan poin dari lima laga, posisi ManCitys memang sudah aman dari kejaran Moenchengladbach yang baru meraih lima poin dari lima laga.

Fokus City di matchday pamungkas ini hanyalah berupaya merebut status jawara grup dari tangan Juventus.

Bidik Posisi Puncak Klasemen

Tetapi sudah mempunyai tiket menuju babak 16 besar di tangan, Pellegrini sendiri akui akan menurunkan tim terkuatnya saat menjamu Moenchengladbach di Stadion Etihad.

Sebabnya, ManCitys berkeinginan bisa menyingkirkan Juventus dari puncak klasemen grup D, maka mendapatkan lawan yang relatif lebih ringan di babak 16 besar nanti.

“Sangat penting bagi tim untuk memuncaki klasemen grup. Target kami ialah memenangkan laga kami serta melihat apa yang terjadi dengan Juventus,” kata Pellegrini melanjutkan.

Terpaut dua poin dari Juventus yang kokoh di puncak klasemen dengan poin 11, The Citizen harus menang atas Gladbach serta berkeinginan Sevilla bisa menaklukkan Juventus. Jika itu terjadi, maka status jawara grup akan menjadi milik ‘ManCitys’.

Walau telah tidak lolos, Sevilla masih mempunyai motivasi untuk memenangkan laga. Kemenangan akan menjadikan Sevilla mempunyai peluang tampil di Liga Eropa dengan status peringkat ketiga grup.

Eks Bos Chelsea: Reputasi yang Buat Jose Mourinho Dipertahankan

Eks Bos Chelsea: Reputasi yang Buat Jose Mourinho Dipertahankan

Eks manager The Blues di masa lampau Ray Wilkins menganggap suatu hal yang menjadikan Mourinho dipertahankan.

Meskipun The Blues bertubi-tubi menerima hasil mengecewakan, empunya Chelsea Roman Abramovich masih mempertahankan Jose Mourinho sebagai manajernya.

Nama besar serta kesuksesan Mourinho lah yang dinilai Wilkins, menjadi alasan Abramovich.

“Manajer lain telah pasti akan ditendang (menyusul prestasi buruk Chelsea). Jose Mourinho masih tetap berada di sana, semata-mata karena semua yang sudah dia lakukan di masa lalu,” kata Wilkins kepada beIN Sports.

Tapi, bagi Wilkins bila hasil buruk tetap diperoleh The Blues, cepat atau lambat Abramovich pun itu akan merasa gerah.

Serta, Jose Mourinho dapat saja ditendang keluar Stamford Bridge bila gagal membawa The Blues lolos ke babak 16 besar Liga Champions.

Meskipun masih memimpin di puncak klasemen Gruo G Liga Champions dengan 10 poin, The Blues terancam gagal lolos jika mereka takluk di tangan Porto.

Perihal itu pun akan terjadi saat Dynamo Kiev yang berada di peringkat ketiga dengan delapan poin mampu mengalahkan Maccabi Tel Aviv.

“Prestasi besar Jose Mourinho ialah Eropa. Ia menyukai ajang Eropa serta (Pemilik The Blues, Roman) Abramovich menyukai itu. Jadi bila The Blues takluk dari Porto, Jose Mourinho dapat saja dipecat,” kata Wilkins menambahkan.

Wilkins ialah asisten Pelatih The Blues kurun waktu 1998-2000. Selepas berpetualang di dua klub lain serta timnas Inggris U-21, pada 2007 Wilkins kembali ke Stamford Bridge sebagai asisten Pelatih kurun waktu 2008-2010. Saat Luiz Felipe Scolari dipecat dari kursi Pelatih pada

Kini di ajang domestik, The Blues terpuruk di peringkat ke-14. The Blues juga terancam melorot ke zona degradasi. Sampai pekan ke-15, jawara Premier League musim lalu itu hanya terpaut dari dua poin dari Newcastle United yang berada di peringkat ke-18.

Lainnya itu, The Blues juga hanya mampu meraih tiga kemenangan dalam 10 laga pamungkas mereka di berbagai ajang.